Jumat, 18 Agustus 2023

Kembali menulis setelah lebih dari 10 tahun vakum, tidak menuangkan apapun.

Beberapa fase hidup yang telah dilalui, namun sayang hanya terekam dalam benak saja.

Begitu mudah menggerakkan jari, menyusun kata demi kata dan caption dengan banyaknya sosial media yang berlomba-lomba memperbanyak pengikut.

Masih adakah yang setia membaca blog atau tulisan panjang tanpa gambar? Di tahun 2023 ini?


Kamis, 10 Januari 2013

menulis itu.. hemmm

Mulai menulis lagi setelah sekian lama tidak melakukannya. Rasanya nano nano, berat iya, males juga iya. tapi ya mesti sedikit dipaksakan.
Merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat. menyusun sehingga enak dibaca dan pesan tersampaikan.
Menulis, salah satu media berkomunikasi, mentransfer apa yang sedang dipikirkan, membagi ilmu, inspirasi, kesedihan ataupun kegalauan.
Menulis bisa manjadi sebuah terapi jiwa, seperti yang sudah dilakukan oleh Pak Habibie.
Kualitas tulisan juga menunjukkan kualitas diri penulisnya, karena ada pikiran ada kerangka dibaliknya.
Menulis perlu belajar, tidak sekedar dalam tataran teori ataupun wacana. menulis itu perlu dilakukan, praktek. biarpun berantakan seperti ini :)
Eniwei, cukup sekian aja. nanti kalo kepanjangan malah ketahuan. tong kosong nyaring bunyinya.
Wassalam

#mulai lagi, dari diri sendiri, mulai dari yang paling kecil, dimulai saat ini juga. SEMANGAAT!!!

Senin, 07 Mei 2012

TAARUF FIDDIN YISC AL AZHAR Januari 2012

Kutulis di buku catatanku dengan huruf besar “TAFAQUH FIDDIN YISC AL AZHAR 2012 14-15 April 2012”, ketika rombongan bis 3 membelah Jalan Gatot Subroto, sesaat sebelum memasuki Gerbang Tol Semanggi I. Dengan niat yang baik memulai sesuatu yang baik, sungguh-sungguh serta menyiapkan diri untuk menerima banyak hal yang baik selama dua hari ke depan. Bismillaahirohmaanirrohiim.
---
Kelas E, BILAL, cukup kompak berpartisipasi dengan 16 orang yang ikut serta pada TF kali ini. Hari ke hari di pekan terakhir sebelum acara, kami agak susah tidur lebih awal, demikian menurut pengakuan beberapa orang. Banyak hal yang dipikirkan, mulai dari performance kelas, nametag & persiapan lainnya yang belum sepenuhnya well-prepared. But, show must go on. Di sela-sela kesibukan bilalovers (personel kelas BILAL, pen), kami sempatkan bertukar informasi tentang apapun persiapan TF melalui dunia maya (entah grup FB, BB group, SMS atau pun via jaringan email). Berusaha menyiapkan sebaik mungkin. Alhamdulillah, sebelum briefing keberangkatan kami sempat berlatih yel beberapa kali di belakang Masjid Al Azhar. Lumayan meringankan beban meski belum melegakan.
Keberangkatan sempat tertunda beberapa menit dari jadwal, yang entah oleh sebab apa, namun pada akhirnya berangkat juga. Bis mulai berjalan, perjalanan dimulai dan dipimpin do’a oleh Mas Army sebagai penanggung jawab rombongan. Dalam perjalanan, para penumpang bis segera mengistirahatkan diri mengingat jadwal yang akan padat seperti yang tertulis di booklet TF. Sekitar jam 10 lebih, sampailah kami rombongan bis 3 di tempat yang dituju, Villa Dempo Mega Mendung. Puncak, yang konon dingin belum menunjukkan aslinya. Bergegas kami turun dari bis & menuju lokasi acara. Semua peserta pun dikumpulkan di aula, sebuah ruangan berukuran sekitar 6x12 meter persegi dengan 5 pintu. Di ruangan ini, para peserta masih duduk bergerombol dengan kelasnya masing-masing, masih malu-malu & takut berkenalan dengan kawan dari kelas lain. Sampai ice-breaking memecahkan semua.
Acara dibuka oleh MC, ikhwan akhwat (siapa ya namanya? belum tahu). Dilanjutkan dengan sedikit games setelah dibuka oleh Kak Romi, Kabid Pendidikan yang menyampaikan bahwa acara TF ini merupakan ajang saling mengenal satu sama lain di luar kelas SII yang selama ini berjalan dengan harapan akan mengeratkan ukhuwah yang terjalin.Dapat ilmu dari materi , dan juga menambah teman. Oke deh kakak! Terbayang, padatnya materi sementara kami belum masuk kamar dan masih keleleran di aula dg barang masing-masing. Fiuuuhh.
---
Materi pertama, TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BERUBAH disampaikan oleh Ustadz Ahmad Qodrat, civitas YISC yang juga seorang eksekutif, Marketing Manager di Majalah UMMI. Diawali dengan penyampaian beliau yang menggugah kesadaran, ilustrasi tentang bagaimana kondisi umat Islam saat ini. Seberapa besar dominasi non muslim dibanding umat muslim terutama dalam bidang ekonomi & pendidikan. Jika diibaratkan kondisi terkini, umat islam sedang “demam”. Bahkan, pada moment ibadah akbar kaum Muslimin sedunia yaitu hajji yang menikmati keuntungan ekonomi terbanyak bukanlah pengusaha muslim. Apa ya masalahnya?
Permasalahannya adalah belum dijadikannya Islam sebagai fikroh pada sebagian kaum Muslimin. Fikroh adalah ketika alam berpikir kita dengan qalbu kita sinergis. Kaum muslimin memiliki modal besar, terletak pada kalimat takbir yang senantiasa kita dilafalkan dalam setiap sholat. Namun, tidak semua muslim memahami dan menghayatinya.
Dalam setiap diri manusia Allah telah menciptakan lengkap, juga dengan kebahagiaan. Kebahagiaan itu timbul ketika terjadi pemenuhan atas kebutuhan, sedangkan kesenangan itu adanya karena keinginan. Kebahagiaan itu dekat pada ketenangan. Kebahagiaan ketika mempelajari Islam. Bahagia ketika ibadah menjadi kebutuhan.
Untuk meraih kebahagian diperlukan mujahadah, asal kata dari bahasa Arab: jihad yang berarti sungguh-sungguh. Mujahadah itu digambarkan seperti rasa lelah sampai-sampai serasa akan pingsan.
Telah disampaikan pada awal materi bahwa umat islam jauh tertinggal dari umat yang lain. Lalu, apakah yang harus kita lakukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut:
1. Mulai berinteraksi dengan lingkungan Islam. Belajar Islam lebih dalam, menjadikan tema pembicaraan adalah tema-tema akhirat & kebaikan, mengubah bacaaan, radio atau apapun yang biasa kita lakukan dengan yang Islami.
2. Mulai mengganti, mengubah paradigma hidup, kebiasaan hidup dan mulai sesuaikan dengan tuntunan Islam tahap demi tahap.
3. Jangan pernah berhenti mempelajari Islam, karena semakin banyak seseorang menuntut ilmu semakin haus ia akan ilmu yang lebih banyak lagi.
---
HARE GENE GA KE YISC AL AZHAR, APA KATA DUNIA? Judul materi kedua senada dengan iklan pajak disampaikan oleh Sekum YISC, Akhina Rahmat Irawan mewakili Ketum YISC yang berhalangan hadir karena sedang mengisi materi di LDK angkatan Azzam. Bukan sebuah kebetulan, ternyata pemateri bekerja di Departemen Keuangan meski tidak bersentuhan langsung dengan pajak. Cocok dengan judulnya.
Sekelumit tentang YISC Al Azhar, kehadirannya di tengah-tengah Muslim Indonesia khususnya remaja dan pemuda yang mencari jati diri, telah memberikan banyak pencerahan.
Lahirnya tokoh-tokoh nasional & pergerakan nasional tidak terlepas dari adanya YISC sebagai kawah candradimuka para pemuda. YISC sebagai organisasi yang telah dikenal di lingkungan nasional dan internasional ini tidak diragukan lagi dengan potensi sumberdaya anggota yang besar. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana memberdayakannya untuk kemashlahatan umat. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menjawab tantangan itu? Panjang jawabannya.
---
BE A BETTER! Menjadi lebih baik, apa yang harus dilakukan? Ustadz Agus Supriyatna, dengan gaya yang kocak & humor-humor yang segar mengajak kami semua memulai dengan “Beresin Diri Sendiri”.
Bagaimana melihat realitas diri, di tengah tuntutan yang mengelilingi, di tengah banyaknya beban yang menggelayuti kehidupan. Ada beragam sikap yang mungkin dalam menghadapinya, bisa saja lari dari masalah itu, mudah menyerah atau cuma modal doa doang. Namun, bagaimana sikap yang tepat untuk itu?
Sadari bahwa masalah itu selalu ada, maka sikap terbaik kita adalah HHN (Hadapi, Hayati dan Nikmati) serta satu yang harus, yakin pada Allah. Karena Allah tidak mengijinkan hambaNya untuk menyerah. Ujian itu pasti datang, namun jangan meminta. Allah tidak mengijinkan hambaNya untuk menyerah karena Allah menjanjikan kemudahan setelahnya.
Mari sedikit kita melihat beberapa fenomena hidup. Mudah berkhayal, untuk sesuatu yang tidak mudah dipahami oleh lisan dan kata. Mudah berkata, sementara dirinya tidak kuat memikul akibatnya. Atas hal tersebut, pentingnya kita melakukan perubahan menuju Be A Better!
Hal mendasar yang menjadi asas perubahan diri adalah Islam. Seperti yang disampaikan salah satu sahabat “dulu kami hina, tapi dengan Islam menjadi mulia”. Dan yang menjadi sumber perubahan tersebut adalah aqidah, yang kemaksiatan dihapus dengan taubatan nasuha dengan komitmen perubahan, irodah qowiyyah (kehendak yang kuat), wafa’ tsabit (kesetiaan yang kuat), tadhiyyah ‘azizah (pengorbanan yang mulia), ma’rifatul mabda (mengenali cara). Berubah itu mesti memiliki tujuan jelas dengan ilmu dan perencanaan.
Sikap yang penting dalam perubahan itu diantaranya istiqomah (teguh), jiddiyah (sungguh), indibath (disiplin), istimroriyah (berkelanjutan) dengan sarana perubahan baik secara pribadi mau kolektif. Dengan tarbiyah sebagai sarana, yang kemudian diwujudkan dalam amal. Namun, perlu digarisbawahi bahwa tarbiyah bukan segalanya, tapi segalanya dimulai dari tarbiyah.
---
Taaruf merupakan pintu gerbang menuju ukhuwah, menjalin relasi (hubungan), pembuka pintu rizqi. Demikian yang disampaikan Kak Annisa dalam sesi KCD (Kakak Curhat Dong!). Setelah sebelumnya berkenalan dengan saling menyebutkan ciri khas masing-masing agar mudah diingat, bisa hal yang disukai atau sesuatu yang menonjol dalam diri. Disini kami belajar dan memahami bahwa mengenal tidak hanya nama, asal ataupun pekerjaan saja.
Semakin syahdu saat kami melantunkan Al Qur’an surat Al Hujurot berurutan. Kesempatan dikoreksi dan mengkoreksi bacaan kemudian ditutup dengan dibacakan terjemah dari ayat ke 13.
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
---
Betapa kita manusia sangatlah kecil dihadapanNya amat sangat jarang kita sadari. Atas kenikmatan yang telah Dia berikan pun, jarang lah kita bersyukur. Pun dengan nikmat iman dan Islam ini, hampir tak sadar bahwa ini adalah sebuah kenikmatan pula. Manusia mulia, Rasulululloh, yang sangat mencintai kita. Sementara, kita seringkali alpa mengikuti sunnah beliau. Sungguh ternyata kita ini amat jarang bersyukur. Ah, saya lupa apa detail kata yang disampaikan narator muhasabah, baru menyadari saat mengambil air wudhu sholat shubuh banyak yang terkapar, mungkin karena saking ngantuknya karena tidur kemalaman dan bangun kepagian. Ternyata oh ternyata. :D
---
Setidaknya ada beberapa pelajaran yang bisa kami ambil setelah menyelesaikan game Helium Stick di Pos 4, ada kerja sama, ada kepemimpinan, ada keikhlasan dan pengorbanan. Selain itu juga kami harus berkompetisi dengan kelompok yang lain. Permainan yang sederhana, berjajar menyangga stick dengan ujung jari telunjuk masing-masing lalu menurunkan perlahan sesegera mungkin.
Lanjut ke permainan selanjutnya, saatnya bekerja sama memindahkan segelas air mineral dengan media kardus dengan rafia yang telah disusun sedemikian rupa mengajarkan pada kami tentang keseimbangan, kerja sama, kesabaran dan kemampuan menghadapi konflik. Ya konflik, saat bersinggungan dengan kelompok lain dalam area terbatas sementara di sisi lain ada target yang mesti dicapai. Apa yang mesti dilakukan? Negosiasi. Dalam permainan ini kami tidak berhasil melakukan yang terakhir, yaitu negosiasi yang akhirnya harus berakhir dengan zero sum, alias tidak ada yang menang. Semua kalah.
Mesti pintar dan cerdas saat memasuki ruangan pos selanjutnya, Pos 2 - Using A Letter. English understanding-nya mesti bagus. Kurang bagus juga tidak mengapa, masih ada bahasa isyarat. Berpijak berurutan pada huruf A to Z , siapa tercepat dia pemenangnya. Kami belajar, harus ada kepemimpinan & strategi disini. Dan kami sukses dengan 48 detik untuk A to Z.
Boom, boom, tiap melangkah ketemu boom. Perlu kejelian & ingatan yang teliti untuk menandainya. Sayang kelompok lain keburu berhasil memecahkannya, padahal tinggal sedikit lagi. Pelajarannya apa ya? Perlu kejelian & kecepatan. Hmmm, satu lagi perlu kerjasama dengan instruktur juga.
Secara keseluruhan, permainan seru & menjauhkan peserta dari kantuk yang menyerang. Keuntungan yang lain adalah menambah nafsu makan, karena capek teriak & berkeringat naik turun lokasi acara. Seru juga, setelah sekian lama tidak melakukan kegiatan seperti ini.
---
Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Ya, akhirnya kelas BILAL memperoleh best performance pada TF kali ini. Sungguh tidak disangka, karena kami merasa tidak sempurna dalam berpenampilan. Hanya berusaha untuk menampilkan yang terbaik yang kami bisa tampilkan. All Out, seperti yang pemandu pesankan. Keder juga melihat penampilan kelas lain pada awalnya, terlihat kompak sekali.
Tema performance dari kelas BILAL, tentang perbedaan yang kemudian mengantarkan pada ukhuwah. Diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal, kami menampilkan 3 suku terdekat Betawi, Sunda & Jawa. Menyatukan dalam naungan Islam bersama ke YISC Al Azhar, untuk menuju yang lebih baik.
Kemenangan kami, kemenangan hati. Saat tergoda untuk menjadi sempurna, hati terluka karena kata yang tidak pada tempatnya. Hingga kami pun memilih bersama meski tak sempurna, ini yang terbaik yang kami bisa. Semua berperan serta dengan kemampuan masing-masing, apa peran yang bisa diambil. Ada yang jadi lakon suku Betawi, suku Sunda, Suku Jawa, anak gaul, penyair, sutradara dan lain sebagainya. Kami lakukan sepenuh hati dengan upaya terbaik kami, dengan sungguh-sungguh.
Kami semakin mengerti akan ukhuwah, setelah menjalaninya sendiri.
---
Dua hari telah lewat, tibalah saat kepulangan yang sebenarnya antara dinanti dan tidak dinanti. Dinanti, ingin segera bertemu dengan keluarga di rumah. Tidak dinanti, karena harus berpisah dari saudara-saudara yang meski baru dikenal namun sudah seperti keluarga. Oh, indahnya ukhuwah.
Telah berlalu kebersamaan ini, kami pulang dengan hati saling bertaut satu sama lain. Saling berjanji untuk kembali bertemu kembali pada pertemuan selanjutnya, meski tidak terkatakan. Banyak pelajaran yang diperoleh, dari materi maupun dari interaksi.
Kami semakin menyadari, ukhuwah itu perlu diupayakan. Ukhuwah itu memberi. Memberi senyuman, memberikan hati yang terbuka & mengulurkan tangan menyambut siapa saja di sekeliling kita. Insya Allah jika niat tulus karena Allah, Dia akan menyambung ikatan itu.
---
Alhamdulillaahi robbil ‘alamiin
catatan ~mury~ di pertengahan April 2012
Villa Dempo Mega Mendung, 14-15 April 2012)

Jumat, 02 Maret 2012

pada sebuah hati


terlalu lelah kah membawa sebuah hati?
yang padanya ada sebongkah harapan
menyandarkannya pada sesuatu

tiada lelah jika
yakin dan percaya
karena sudah ada ketentuannya



ikhlas itu
mengatakan Pemilik Kehidupan ini hanyalah satu
hanya kepadaNya tempat bersandar

ikhlas itu merdeka
dari tawanan keraguan
bulat akan satu keyakinan
hanya kepadaNya memohon pertolongan

tak akan peduli apa yg insan bilang
ukuranNya menjadi ukuran kehidupan
oh bahagianya jika demikian

*hikmah_pelajaran SII 19 Feb 2012

Senin, 27 Februari 2012

Ini (bukan) pilihanku! Dan aku BISA! - part 2

4 tahun belum genap sejak gelar sarjana itu tersandang. Cie cie. Padahal ga penting banget ya, apalah arti sebuah gelar pendidikan tanpa sebuah karya yang nyata bermanfaat bagi banyak orang.

Sekian jauh perjalanan telah dilalui, terhitung berapa kilometer tersambangi. Beberapa kota sudah kusinggahi.

Akibat dari sebuah pilihan, inilah aku hari ini.
Seorang perempuan 26 tahun, lulusan dari perguruan tinggi negeri yang cukup ternama di Jawa Timur, kalo di Indonesia aku yakin tidak semua orang mengetahuinya. Terdampar di Jakarta, menjemput rizki di kota seribu wajah sembari menuntut ilmu kehidupan yang tak pernah habis. Tetap bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.

Dan bila aku berdiri, tegak sampai hari ini. bukan karenaku atau hebatku. Semua karena cinta, semua karena cinta.
Semua karena cinta Allah.

Ya, pilihanku atas kota Malang telah mengantarkanku pada hidayahNya. Inilah skenario terindah yang lama kusadari saat kutemukan orang-orang yang bersaudara karenaNya.
Tahun pertama masa pencarian jati diri, memberiku kesempatan untuk mengenal berbagai macam manusia, organisasi kampus, non kampus, multi level marketing, aliran-aliran sesat dan banyak lagi.

Subhanallah, begitu Allah sangat menyayangi ku, menjagaku sampai ak pada pilihanku. Memilih satu di antara banyak, memilih lingkungan, memilih masa depan. Pola pikir yang berubah & aku merasa merdeka, terbebas. Tolak ukur seseorang bukan karena kepintarannya, bukan karena ketampanannya, bukan pula karena banyak harta. Semua fana & menjadi tak berarti.

Prestasi kuliah, yang menurutku biasa-biasa saja, di kisaran tiga koma pada setiap semesternya. Kenapa biasa saja, ya karena banyak juga yang punya IP sama. It's a common. Belajar tentang sesuatu yang tidak terlalu disukai selama ini, kisaran angka hitungan dan seterusnya. Akuntansi yang berjejer dari Pengantar 1, intermediet, advance, seminar, audit, investasi. Angka semua.
OMG, lebih senang aku ngomong daripada ngitung. :D Sempet nyesel, kenapa ga milih jurusan hukum aja.

Hei, jangan mimpi. terimalah kenyataan hidup, nikmati dan syukuri yang telah kau miliki. Jalani dengan lapang.

Yah, tak dapat dipungkiri aku menjalani dengan setengah hati, just karena hanya aku pengen kuliah saja. Pelan tapi pasti, aku membuka diri untuk mencintai jurusan ini. Yang jauh dari bayangan ku, jauh dari prediksi apa yang akan aku pelajari.
Konsekuensi akan sebuah pilihan adalah menjalani & mencintainya, menerima.

Sempat terlintas, ikut SPMB lagi atau tes USM STAN lagi. Lah, tapi drmana duitnya.
Uang beasiswa cukup untuk bertahan hidup & biaya kuliah sebulan. Dari mana lagi.
Pilihan yang ada adalah menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Ya, jika belum mencintai belajarlah mencintai.

Sampai pada semester kelima, barulah aku benar-benar cinta pada jurusan ini. He he he sejak ketemu matkul Kepemimpinan, Perilaku Organisasi. I love this major so much!
I love it...

Saking mencintainya, aku baru resmi meninggalkannya pada semester ke sepuluh di tahun kelima sejak kedatanganku di Malang. Sssttt jangan bilang siapa-siapa yak!he he :D
Nekad bawa diri, pulang bawa tambahan tiga huruf*) dibelakang nama dan dua lembar kertas (ijazah & transkrip). Akhirnya aku BISA!

Aku BISA, kamu pasti lebih BISA lagi!

*tiga huruf, SAB yang sering diplesetkan jadi Sarjana Apa Bukan. Padahal asli kepanjangannya adalah Sarjana Administrasi Bisnis.
Bangga, karena aku meraihnya dengan cucuran keringat & air mata.
Bangga, tak berarti selalu menuliskannya di setiap menulis nama diri.
Bangga, karena Allah meninggikan beberapa derajat orang yang berilmu.
Subhanallah walhamdulillah

Jakarta, 27 Februari 2012
sembari menanti rizqi dunia akhirat yang datang dari arah yang tiada disangka-sangka

Selasa, 03 Januari 2012

2012 is coming..



Hingar bingar pergantian taun belum lah usai, hingga hari ke-3 di tahun yang baru ini, 2012. Sesekali masih ada petasan maupun kembang api yg menyala.
jedder.. jedder.. jedder...
bunyi yang tak mungkin diredam, kecuali memang tak dinyalakan. Membuat khawatir para ibu yang sedang menidurkan anaknya. Juga yang lagi nungguin kerabatnya yg sakit di rumah sakit.

Kita telah kehilangan 3 hari di tahun 2012, namun masih mempunyai 362 hari eh 363 hari krn taun ini adalah taun kabisat yang jumlah harinya ada 29 di bulan ke-2. Waktu itu bukanlah waktu yang pendek untuk dilewatkan tanpa aktivitas, namun bukan waktu yang cukup pula untuk melakukan semua keinginan kita.

Resolusi telah dibuat, ibarat gendang perang telah ditabuh. Mulai hari ini pula, kita berperang di medan 2012. Menghadapi segala macam rintangan hambatan & juga gangguan. Ujian, keberhasilan, kegagalan, kesedihan, kegalauan telah menanti. Siapkan sikap terbaik dalam menghadapinya!

Resolusiku di tahun ini:
Keluarga
Kesehatan
Karir

Ya cukup tiga saja, mewakili semua.
Keluarga, mewakili lingkaran orang-orang terdekat kita. Terutama adalah kedua orang tua. Keridhoan mereka sangat penting untuk kebahagiaan dunia akhirat. Berpikir pula. kemungkinan di tahun ini ada seseorang yang akan masuk ke lingkaran tersebut dan membuat lingkaran ini menjadi lebih besar. I hope so!
Kesehatan
, berjalan ke dalam diri menengok apakah jasad & ruhaniku sehat wal afiat. Melakukan perbaikan di sana-sini, yang intinya menambah kualitas hidup. Begitu?!
Karir
, sesuatu yang membuat diri lebih berarti. Karir bukan semata pekerjaan di kantor di belakang meja berkutat dengan sejenis benda yang bernama komputer. Oh, sempit sekali kalo definisinya hanya sebatas itu. Apa yang bisa dicapai taun ini, melanjutkan misi taun lalu yang belum kesampaian & membuat misi baru. Bicara karir selalu menyenangkan, karena bagiku ini seperti upgrade. Yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, yang tadinya trauma menjadi tidak trauma.

Harapan dari semua harapan, tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu. Menjadi lebih bermanfaat dari sebelumnya. Tentunya ada variabel terukurnya.
2011, aku belajar mengatasi trauma di air meski belum 100% berhasil tapi sudah lumayan.

Kebahagiaan terbesar adalah melihat orang lain bahagia. Tapi membuat orang lain bahagia perlu sarana, senyum saja tidak cukup tunjukkan dengan prestasi, perhatian dan kasih sayang.

Goal terpendek: memiliki pekerjaan yang semakin mendekatkan diri pada Nya & keluarga.

Bismillah

Minggu, 11 September 2011

Sampai (dimana)...?

11 september 2011, hari ke 254 di tahun 2011, bulan ke 9. tidak terasa sungguh, 101 hari lagi kita akan meninggalkan 2011 menuju 2012. Masih ingatkah akan janji kita 255 hari yang lalu, saat evaluasi diri & membuat resolusi.
Entahlah, berapa baris yang tertulis, agar terwujud maka perlu di visualisasikan.
Banyak hal & moment yang telah dilalui, kelahiran kematian & pernikahan. Semuanya tentang perubahan status. Ya, dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang ada menjadi tiada, dari yang sendiri menjadi bersama.
Sudah seberapakah capaian kita sebagai individu?
Berapa banyak kebaikan yang sudah ditabur hingga hari ke 254 ini?
Kuantitas & kualitas diri, keluarga, capaian karir?
hmmm, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi. Hanya sekedar membalik lembaran kalender ketika sudah berganti bulan, tanpa melakukan apa-apa

#menantikeajaiban100hariterakhirtahun2011

Sabtu, 23 Juli 2011

Jika saat ini kita lebih banyak berjalan menunduk, sesekali menengadahlah, kau akan melihat indahnya pelangi di atas sana.
Saat engkau terpesona oleh indahnya angkasa, tetap ingat bahwa ada lubang yg akan memperosokkan dirimu jika kau terus menengadah.

Minggu, 08 Mei 2011

Ini (bukan) pilihanku! Dan aku BISA! - part 1

Saat ada dua buah jalan di depan kita, pasti lah hanya satu yang akan di lalui. Ya, pasti! Karena tak akan mungkin kita melaluinya sekaligus. Ya secara, badan cuma satu masak mau dibelah dua.
Dua jalan itu, sebelah kiri tertulis di papan hijau dengan huruf putih JL.IDEALIS & jalan yang kanan tertulis JL.REALISTIS dengan warna & bentuk tulisan yang identik.
8 tahun yang lalu, berat saat harus kuputuskan untuk memilih jalan yang sebelah kanan. Ya, menjadi realistis untuk sebuah cita-cita (idealis) terasa sangat menyakitkan.
Menyakitkan saat gerbang cita-cita sudah nyaris di depan mata, tinggal kaki melangkah masuk.
Saat memutuskan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, jalan idealis itu terhambat dengan BIAYA.
Ya, saat ku dinyatakan diterima dalam Ujian Masuk UGM 2003 pada jurusan Ilmu Sosiatri pada saat itu juga hatiku mencelos. Aku bingung apakah aku bahagia ataukah harus sedih.
Aku tahu, aku sadar diterima di jurusan apapun di UGM aku ga bakalan kuat bayar. Bayar pake apa coba? Kalo tetep maksa juga, bisa jual tanah deh, tanah tetangga he he. Itupun kalo ada yg mau beli & cukup buat bayar. melas banget ya guys!
Uang Pangkal, BOP, SPMA & sederet rincian biaya semakin menyesakkan. Padahal jumlahnya waktu itu di tahun 2003 hanya sebesar 1,3juta. Ya kalo ga ada uangnya ga masalah. Lah ini, emang mau bayar pake apa.
Minjem, ya klo bisa balikin. Nyolong, dosa tau! No money, nodong. Podho wae, sami mawon. Yo wis lah untuk jalan idealis ini akhirnya aku menyerah, lebih tepatnya terpaksa untuk menyerah. "Eh, ga ada yang maksa kamu", kata si keadaan seperti mencibirku dengan pbbbrrrttt-nya. Padahal jelas-jelas tu si keadaan yang jadi biang keroknya.
Udah ah, bukan waktunya menyalahkan. lagian siapa yang bakalan jamin kamu sukses jika jadi anggota ASU alias anak sospol UGM. Ga ada kan? Ya sudah sih terima saja. Toh masih ada kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh.
Akhirnya, say good bye to ilmu sosiatri. Ku akan mengenangmu selalu, saat ku tatap lekat surat penerimaan yang berkop hot-stamp emas itu (masih tersimpan rapi sampai sekarang, meskipun sudah expired).
Aku menyerah bukan tanpa usaha, sudah kucoba menghubungi seorang bapak yg sebelumnya pernah ke sekolah & presentasi beasiswa anugrah -beasiswa tahun pertama kuliah. Ada secercah harapan. Setidaknya biaya tahun pertama akan terbantu. Apa hasilnya?
Pupus. Sudah. Pupus sudah. Ternyata program beasiswa itu sudah tidak ada lagi. Kasian deh gw! @##% pletak, seperti kena ketapel aja.
Berganti program & sistem baru. Menjadi beasiswa etos, & hanya untuk jurusan yang prospek (versi mana ku tak tau) & yang pasti jurusan sosiatri tidak masuk ke dalamnya. So, what will I do next?
Yup plan B, harus dapat ini beasiswa. Banting stir deh, jadi oportunis. Nah kalo mau dapat beasiswanya mesti penuhi syaratnya. Aku harus kuliah apa pun jurusannya, asal sesuai direkomendasikan. Ya, apapun. Menakar kemampuan diri & persiapan mepet untuk SPMB. Akhirnya, bismillah.. kupilih salah satu jurusan yang berprospek itu. Setelah sebelumnya menyaring jurusan demi jurusan dengan kriteria sederhana, 1. bukan jurusan di fakultas ekonomi, hukum, 2. kemungkinan biaya praktikum tidak mahal,3. biaya kuliah murah (biar kalo udah ga dpt beasiswa tetep bisa bayar). Proses audisi pun berlangsung. List jurusan dicoret satu-satu. Eng ing eng..
Dan kemudian terpilihlah jurusan Ilmu Administrasi Niaga untuk kupasang sebagai pilihan kedua, pilihan satu tetap psikologi UGM. Masih penasaran ma jurusan ini, karena UM kemaren ga tembus. Maybe a miracle suddenly hit me!
Jurusan dapat, tapi di universitas mana? haloow...
Ada 4 pilihan, 1. Universitas Indonesia, Jakarta? kebayang nih anak kampung culun ke jakarta. Oh, no! D jakarta apa2 mahal. GUGUR. 2. UNPAD, bandung. sebelas dua belas ma jakarta. Mahal & tidak ada famili pula. CORET! 3. UNDIP, semarang. dekat dengan jogja, ada famili tapi tidak dekat atau 4. UNIBRAW, malang. cukup dekat juga, ada famili & lebih dekat krn kakak jg numpang disana. Sip, endingnya akhirnya terpilihlah UNIBRAW sebagai universitas tujuannya.
Jika dirangkai menjadi Jurusan Ilmu Administrasi Niaga Universitas Brawijaya.
Memilih jurusan yang jauh sekali dari Jogja, apa tidak salah. Cost akan tinggi krn harus memikirkan biaya hidup. Lha itu tadi kan sudah dijelaskan. Okey? Ok, lanjuttt.
Di malang, ada famili. Ya setidaknya aku merasa tentram. & jika sudah basah mengapa tidak nyebur sekalian. Sekalian jauh dari rumah, sekalian mati2an. Pantang pulang jika tidak tuai kesuksesan. Ceileh, sok idealis banget. Udah lah yang penting bisa diterima dulu, yg lain diurus belakangan.
FYI, orang tua sempat keberatan aku melanjutkan kuliah. Karena, 1. biaya kuliah mahal, 2. jika berhenti di tengah jalan, takut q jadi stress dan akhirnya jadi penghuni RS Pakem (RSJ ternama di DIY-Jateng).
So, what gitu lho! Orang tua ditaati harus, tapi kalo unt kemajuan kenapa tidak dibuktikan kalo kita bisa. kuncinya OPTIMIS, yakin BISA. Padahal dalam hati agak ciut juga. tapi gengsi ahh, udah kepalang tanggung nekadnya.
Ya, berbekal apply beasiswa etos. pada waktu itu pamfletnya di tempel di depan kantin tengah dekat Aula Katamso. Coba2 siapa tau berhasil.
Ditunggu-ditunggu akhirnya keluar juga pengumuman SPMB, setelah sebelumnya ada pengumuman tes STAN yang tidak tercantum namaku.hiks aku sedih banget, kuliah gratis terlewat.
Dalam hatiku saat itu, kalo SPMB pun tidak diterima ku akan pulang kampung & akan beternak bekicot. Efek membaca buku ternak bekicot, wehew.
Pulang kampung? Ya, pada saat itu aku sedang berada di Malang. Kebetulan seminggu sebelumnya ku mengikuti tes beasiswa jepang di Surabaya. Sekalian ke Malang, sudah dekat hemat ongkos krn kemungkinan tidak akan pernah kesitu lagi.
Tapi rencana Allah sungguh indah, di saat ku merencanakan kepulangan ke Jogja untuk melihat pengumuman di sekolah. Pengumuman online ternyata H-1 sudah dirilis.
Hasilnya, tidak terlalu kaget karena sudah ada hitungan prediksi sebelumnya, diterima di 743446, ya itu kode jurusan Ilmu Administrasi Niaga. Yah, kok diterima sih. Dueeng!
Padahal udah berharap ga diterima & bisa mengulang taun depan. Huuh dasar ya kamu ni manusia ga tau diuntung, diterima kok mengeluh. Padahal itu rejeki. Banyak tuh di luar sana yang kecewa karena ga diterima. Kamu ini! thuk.. thuk... thuk.. kalo malaikat boleh ngomel, pasti aq udah diomelinya waktu itu.

to be continued...

Selasa, 26 April 2011

Antara Jakarta, hujan dan macet...

Sudah beberapa hari ini cuaca Jabodetabek tidak menentu...
Panas terik menyengat dari pagi hingga siang hari, tak lama hujan deras di sore hari hingga malam yang kadang diselingi dengan sang angin yang menghempas...Area sebaran hujan pun tidak merata, dari 17 km trayek home-office, pernah kehujanan hanya di 500m arah rumah. Penuh dengan kejutan.

Tidak menjadi masalah, jika pada saat hujan sudah berada di rumah. Tentu nyaman, aman, tenang, tentram, hangat. Ya, kecuali kalo rumahnya bocor..he he.. Pasti dengan sigapnya memasang panci, baskom atau apa saja yang bisa menampung tuh air kiriman dari langit. Seringkali turunnya hujan saat sebagian besar dari kita sedang beraktivitas di luar rumah. Pulang kerja, main ke mall, les atau masih di sekolah.
Sudah menjadi rahasia umum. jika turun hujan -pagi atau sore- jalanan di jakarta menjadi lebih macet dari biasanya. Maklum.. Apalagi jika banjir datang tanpa permisi. Satu titik ruwet tergenang banjir, lumpuh lah ibukota. Seperti yang pernah terjadi di sebagian jalan tol akhir tahun 2010 lalu.

Kenapa tuh bisa begitu?

1. Jakarta tuh kota solider.he he he

satu tempat yang macet aja, yang lain ikutan empati macetnya.
Benar2 luar biasa, mematahkan stereotip selama ini bahwa jakarta tuh tempatnya paham individualis bercokol & berkembang biak.
Yah, karena penulis tidak sepakat klo jakarta disebut ruwet.
Yang ruwet tuh orangnya kali bukan kotanya.

2. Adanya 'payung besar' jalanan. It's named, "kolong"
Spontan tanpa ada yang memberi komando, hampir setengah jalan di yang di bawah kolong jalan selalu dipadati dengan sepeda motor. Kalo jalan sih tidak masalah, lah ini berhenti. Rupanya motor2 ini takut make-up nya luntur, sehingga harus mencari perlindungan di bawah kolong. Mulai dari motor yang necis licin sampe yang butut juga ada. Kondisi ini cukup menyulitkan penulis untuk memacu motor dengan kecepatan di atas 40km/jam. Kejelian mata amat sangat diperlukan sekali. karena rata-rata dari para motor yg ngeyup ini tidak menyalakan lampunya. Siap-siap nabrak kalo terlalu ambil kiri. Mind your drive!

3. Berkurangnya kecepatan berkendara

Bukan karena performa mesin yg turun, tapi karena jarak pandang terbatas. Ya bo', pengemudi kendaraan2 ini kan manusia -yang lengkap dengan segala kekurangan, sempurna dengan ketidaksempurnaannya- jadi harap maklum kalo daya akomodasi retina agak berkurang. Selain karena takut ban selip karena jalanan licin.
Penggunaan jas hujan tipe ponco juga berpengaruh dengan hambatan angin. Iya toh?? Mosok sih?? :D

4. Ngambeknya si pengatur lalu lintas
Mungkin karena sering tidak ditaati, akhirnya si dia ngambek pas saat2 genting.
Walhasil, arus perempatan pun tidak berarus alias berhenti, mandeg jegrek.. Jalan ya syukur, ga jalan ya udah. Beruntungnya para bikers, yang bisa nyelip kesana kemari.
Kalo udah begini, biasanya bapak2 polisi yang baik hati itu turun tangan.
Karena lampunya ganti warna jadi item, semua kalang kabut. Gmn kalo lampunya ilang ya!

Yah segini aja dulu ulasannya. Kalo ada yang mau nambahi dengan pengalaman seru lainnya dipersilahkan.
Sampai jumpa!

**sdg berpikir untuk beli jas hujan yg bebas hujan. Nah, lho?? emang ada ya.@%$%@@

Jumat, 22 April 2011

Perjalanan yang (tak) berujung

Hari ini dengan segenap tenaga aku bisa berdiri tegak. Dengan semangat yang senantiasa terbarukan, untuk menjadi orang yang lebih baik pada setiap kesempatan.
Sungguh jalan-jalan yang telah kulalui tidak selalu mulus & lurus, justru sering mendaki & terjal Disitulah letak kenikmatan yang saat ini dapat dirasakan.
Jatuh bangun itu adalah hal yang biasa. Sakit memang pada saat terjatuh, tapi menjadi tak terasa saat mulai bangkit & berhasil bangun kemudian berdiri lagi.

Sesekali rasa sesal juga pernah terbit, "mengapa kah aku harus terpeleset dalam perjalanan ini?" "berapa banyak orang yg sudah terdzolimi atas jalan salah yang telah ku ambil"... hmmm & masih banyak pertanyaan2 lain yang senantiasa menggelayuti di saat ku merasa rapuh. Ya, itulah manusia. Makhluk Allah yang tidak senantiasa baik & juga tidak selalu buruk. Makhluk yang diciptakan Allah & dibekali dengan sebuah pilihan, jalan fujur atau jalan taqwa.

Saat ku merasa rapuh, alhamdulillah aku semakin dekat padaMu. Karena ku sebagai makhluk dhoif ini sangat membutuhkan tempat untuk bergantung.
Saat ku bergelimang kenikmatan, ku sempatkan untuk bersyukur kepadaMu. meski ku tahu itu tidak sebanding dengan semua nikmat yang telah kau beri.

Perjalanan ini akan berujung, hanya saja tidak pernah ku tahu kapan akan berakhir. Selagi masih bisa di tempuh, semoga menjadi lebih baik setiap saat. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang2 di sekitarku. Laa haula wa laa quwwata ila billah...

Belajar, belajar & terus belajar dari kesalahan yang telah dibuat. Belajar untuk tidak mengulangi dengan metode yang sama, belajar untuk membuat kesalahan yang tidak melanggar kode etik manusia. Kode etik yang sudah ditetapkan olehNya, halal haram.

Belajar, belajar, belajar hingga akhir hayat... Long life education, never ending learning.
Semangat agar dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Agar dapat mendorong orang lain untuk berbuat kebaikan. Kebaikan yang akan menjadi pembelajaran, kebaikan yang mampu menjadi penebar kasih sayang & kedamaian. Oh, indahnya hidup ini!

**bintaro, 22 april 2011
Semangat selalu menjadi lebih baik & bermanfaat.
Ya Allah, karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaaat, keturunan yang sholih.
Ya Allah mampukanlah kami untuk menjadi orang yang senantiasa memperbaiki diri.
Ya Allah mampukanlah kami untuk dapat menebar manfaat bagi semua makhlukMu.
Ya Allah ridhoilah jalan kami & pertemukanlah kami denganMu

Kamis, 07 April 2011

Tanahku tak kulupakan... Engkau kubanggakan...

"Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan"...

Lyrics Ibu Sud, Tanah Airku.
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net


Berharap bisa menyanyikan lagu ini dengan khidmat, pada suatu hari nanti.

Terbayang, "...banyak negri kujalani..", melintasi benua, njajah deso milang kori.. village to district to perfektur atau apalah namanya. Keliling dunia seperti Ikalnya "laskar pelangi", atau seperti kisah dalam buku Habibie & Ainun, atau pula Ayyash dalam "BumiCinta".
Inspiratif!!

Make a wish! Suatu hari nanti, akan bisa mendendangkannya dengan syahdu & khidmat di belahan bumi yang lain di tengah butiran salju yang turun dari langit..

Amiin..

Road to **, in D**h** or E**t** WILL BE! Go Go Go!

Kamis, 31 Maret 2011

THE BIG YOU and the small I

THE BIG YOU and the small I... sebaris kalimat, bahkan tidak sampai sebaris.
Kalimat yang maknanya begitu mendalam INI KUTEMUKAN di lembaran awal buku tulisan Prof. Eng. B.J. Habibie - Habibie&Ainun.
Singkat, padat, namun sungguh mendalam maknanya. Terlahir dari dasar hati yang mendalam, yang amat memahami arti sinergitas kehidupan.
THE BIG YOU & the small I, sepertinya tak ada kata-kata yg tepat untuk menjabarkannya selain merasakan sendiri.
Dalam buku yang ditulis pak Habibie tersebut, The Big You refers to Rudy, nick pak Habibie.

Suatu saat, jika Allah mengijinkan aku pun akan berkata kalimat yang sama. The BIG You and the SMALL I. Meski, dengan bahasa yang sederhana.
Allah ijinkan suatu hari nanti aku menjadi pendukung kebesaran seorang laki-laki.
Yang mencintai dan membenci karena cinta pada Tuhan & RasulNya.

Perhiasan dunia yang terindah adalah wanita shalihah. Siapakah dia? Dia yang taat pada Allah & RasulNya, taat pada suaminya & menyejukkan jika dipandang. Hingga bidadari surga pun cemburu kepadanya.

Kamis, 27 Januari 2011

Meraih Sukses

Bila Engkau bercita-cita
Meraih masa depan gemilang
Tempa diri dengan seksama
Kerja keras sangat dipentingkan

Bila tubuh bersimbah keringat
Hati harus tegar dan lapang
Pantang lelah dan keluh kesah
Bulatkan tekad terus berjuang

Bila kesulitan mnghadang
Hadapi dengan senyuman
Kerja keras dimantapkan
Hanya Allah tumpuan harapan

Bila sukses telah diraih
Jaga diri tetap rendah hati
Sujudlah untuk mensyukuri
Karena semua nikmat Ilahi

Harus Tegar...
Harus Kuat.... Insya Allah


*) dipopulerkan oleh Kafilah FNI

nasyid Motivasi TENs 2004, Bumi Pengembangan Insani Parung Bogor by Tim Daarut Tauhid

Rabu, 12 Januari 2011

Tuhan tidak menanyakan kepada manusia apakah dia mau menerima kehidupan.Itu bukan pilihannya. Kita harus menerimanya.
Satu-satunya pilihan adalah bagaimana cara kita menerimanya.
-HENRY WARD BEECHER-

Senin, 10 Januari 2011

Suatu Senja di Blok M

Subhanallah, tasbih terucap saat kami melangkahkan kaki keluar dr lift di lantai 7 Blok-M Square, salah satu mall besar di bilangan Blok-M Jakarta Selatan.
Di cakrawala tampak semburat jingga yang menandakan mentari sudah akan menyudahi tugasnya. Angin lembut berhembus.
Di depan kami terhampar luas parkiran mobil yang masih baru belum terpakai, masih ada marka proyek disitu. Sebuah masjid besar kokoh berdiri, itulah yang jadi tujuan. Masjid Nurul Iman Lt 7, seperti informasi yang tertempel di pintu lift.
Meski adzan belum berkumandang, ke masjid dulu, sholat maghrib lah baru jalan2..
Kagum, takjub. Excited!
di mall ada masjid.. bersih, besar lagi. Kutaksir, masjid Nurul Iman ini bisa menampung sekitar 1.000 jama'ah. Saat melangkah ke dalam masjid terlihat beberapa tempelan tulisan. ya layaknya masjid2 lain di tanah air.
Tempat wudhu & area pun dipisahkan, ada batas area putra/ ikhwan & akhwat.
Lantai bersih, tempat wudhu oke punya.. cuma sayang belum ada kacanya..he he (eh iya, lagi renovasi kan)
Tidak terasa kalo lagi di mall...
Saat sholat jama'ah pun imam membaca surat dengan fasihnya, tak lupa sebelum sholat memperingatkan jama'ah untuk meluruskan shaf merapatkannya.
Beruntung banget ya, jarang banget ke mall eh sekalinya ke mall nemu tempat yang enak.. masjidnya luas bener. sepi.. We love it so much!
Jakarta, kota seribu satu warna, seribu satu celupan. Mau jadi seperti apakah kita semua ada fasilitasnya, tinggal pilih.
Dari bangsa ne kewan sampai bangsawan semua ada,
Dari Aceh hingga Papua, Dari Sabang sampai pulau Rote semua ada..

Semakin menyadari bahwa kehidupan adalah pilihan, meski sudah ditakdirkan.
Pilihan yang tidak sulit, tapi berat ketika dijalani.
Maka kompromilah dengan hati untuk bisa menjalaninya dengan ringan

*) pada suatu senja 2M, Mur & Mil

thanks for the day ukthi,..

Jumat, 07 Januari 2011

Dari 'angusen' sampai 'nyeker' ke sekolah, hingga akhirnya ... (2)

Hingga tahun '95 pertengahan, minyak tanah di kampungku merupakan kebutuhan pokok, mungkin bisa digolongkan dalam sembako. Ya, karena belum sampainya aliran listrik ke kampungku...

Masa itu, tgl 15 pas bulan purnama sangatlah dinantikan
"Sore-sore rembulan ne, yen disawang kok ngawe-awe
kaya-kaya ngelingake, kanca kabeh ojo turu sore-sore...
Bermain di latar (halaman rumah, pen), oh asyiknya kejar2an, main di pasir atau kalo lagi banyak temennya bisa jamuran.
Seru... Heboh... Kreatif.. Mantap...
Sungguh nikmat rasanya masa itu....

Pun saat tidak purnama, suasana malam terdengar syahdu..
Entah sekedar jangkrik yang ngerik krik..krik..krik.., suara manuk guweg alias burung hantu... lolongan anjing alas
Terasa damai kehidupan di kampungku...
Yang anak sekolah, belajar ditemani lampu2 minyak yg apinya meliuk terhembus angin.
Kalo minyaknya habis ya sudah, tidur lah. Untunglah mbokku punya warung, & jualan minyak. Jadi kalo habis, tinggal isi lagi..Seingatku, ada beberapa macam lampu. Ada yang teplok (bisa diteplok di dinding).. ada yang bulet berkaki, ada yang buatan sendiri hasil menyulap dr kaleng bekas atau botol bekas..
ku paling suka yang bulat & berkaki panjang.. Seperti piala..

Belajar sangat nikmat, meski cuma ditemani lampu minyak,.. Bagi yang kebanyakn belajar malam hari esoknya muka tampak ber-jelaga.. Angusen.
Hiburan kecil kalo berangkat sekolah bareng, he he he
Lah raimu... raimu ireng. Angusen.. angusen yo. ha ha ha
Tergelaklah kami semua

Untuk urusan hiburan pun kami tak sepi..
Ya salah satunya main di bulan purnama tadi,..
Kalo siang bisa main pasaran, dg kommoditasnya yg ada di sekitar rumah & kebon..Seru abis.
Kalo lagi banyak temennya biasanya maen perang-perangan berkelompok.. Senjatanya hasil modifikasi pelepah pisang atau pistol kayu dg mesiu pentol korek..
Mantap, seru banget kalo udah begini
Atau biasanya kita buat perkampungan, masing2 anak punya kapling sendiri
terserah mau dibuat seperti apa, yang kuat badannya besar bisa bikin gubuk kecil
yang badannya kecil paling cuma pasang tikar dr daun jati..
Saling bertamu,.. unik..
Akhirnya sore menjelang, dipanggil ortu masing2 baru bubar..
Sesuk meneh yo..

Wah ga pernah nonton tivi dong? kan ga ada listrik...
Eh, siapa bilang. Meskipun cuma bisa 2 channel, tetep aja bisa nonton Tivi
Ya 2 channel, TPI & TVRI...
Tivinya juga se RT cuma ada satu, hitam putih, lungsuran saudara dr jakarta.
Jaman itu ga ada ceritanya rebutan channel, lha wong cuma 2. biasanya juga kompakan kalo nonton.
Pas malem rabu biasa rame yang nonton, maklum ada ketoprak di TVRI Yogya, jam 7 mulai..
Sejak habis maghrib tetangga2 dah mulai berdatangan, persiapan mesti bener2.. Aki harus sudah disetrum penuh.
FYI, setrum aki sekitar 2 km dr kampung, bapak2 yang bergantian ngonthel kesana seminggu sekali
semua sudah SIAP! Para penonton senang..

#to be continued..
mau kerja lagi, waktu istirahat udah habis

Kamis, 06 Januari 2011

"Sungguh mengasyikkan rasanya melakukan sesuatu hal yang mustahil."
Walt Disney

Rabu, 05 Januari 2011

START from.....

"Sebuah mesin hanya akan bergerak, bekerja, dan bermanfaat bagi Anda, jika ada yang bernama 'START'. Karena itu lakukan 'START' di dalam kehidupan Anda"

Just DO it! Seringkali muncul dalam keseharian kita, sebuah kalimat motivasi untuk segera bekerja. Mengkonkretkan apa yang sudah direncanakan.
Memeras keringat membanting tulang mewujudkan apa yang dicita-citakan.
Mantap!
Sesempurnanya sebuah planning, tanpa aktuasi alias aksi, that's nothing. nothing..
NOTHING!

HOW..Bagaimana harus memulai?

WHO -->Dimulai dari diri sendiri,..
Kesadaran pribadi, sinergi antara otak & hati kemudian menggerakkan jasad untuk melakukan sesuatu. Otak dalam kelogisannya sedang hati sebagai penuntunnya.
Sebagai contoh sederhana, ketika menginginkan rumah kita bersih rapi & teratur.
Mesti mulai deh, para penghuninya sadar diri untuk misal, buang sampah pada tempatnya, meletakkan sesuatu in a proper lsp (lan sak pinunggalane, java_pen)..
Lah, kalo kita adalah salah satu anggota dari rumah itu, ya kita yang lakukan jangan menunggu yang lain.
Kata kuncinya: DIRI SENDIRI, INISIATIF

WHAT -->Dimulai dari yang paling kecil...
Sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit... Benarlah kata peribahasa.
Yang baik2 kalo dilakukan sedikit demi sedikit, akan menjadi kebaikan yang banyak suatu saat. demikian sebaliknya, yang buruk2 juga begitu.
Dari yang kecil, ringan tak terasa, lama2 jika dikerjakan dengan kontinyu akan menjadi besar & banyak. Rutin, konsisten, tekun
Contoh sederhananya, ada sebuah iPad harganya 10 juta. Lah ternyata gaji cuma 5 juta sebulan. Pengen beli. Gimana caranya? asal konsisten menabung 30rb per hari, bisa tuh dibeli dalam 10 bulan.
Kata kuncinya: KECIL, TEKUN, KONSISTEN

WHEN -->Dimulai dari sekarang...
Sekarang atau tidak sama sekali.. Take it or leave it! Pilihan yang harus segera diputuskan. Karena apa, karena WAKTU.
24 jam sehari, 7 hari seminggu... Berjalan cepat tanpa peduli kita mau merangkak, berjalan atau berlari. Dia akan terus maju ke depan.
Kalo tidak dimulai sekarang, wah keburu tua, mati... Nyesel deh, kenapa tidak dari dulu2 ya.
Contoh sederhana: Lapar, pengen makan. Makan dong, keburu ga bisa mikir.
Begitu juga dengan pekerjaan yang lain. kalo ga dikerjakan sekarang bisa keburu basi.
Makanya daripada nyesel, lebih baik mulai aja dari sekarang.
Kalo kata orang Arab, waktu adalah pedang..jika tak dipakai dengan sebaik2nya, ia akan menebasmu..
Sebagian yang lain mengatakan waktu adalah UANG, kalo ga cepat2 bisa ga dapat duit.. banyak dianut banget ma supir angkot & metromini.he he he
Kata kuncinya: WAKTU, CEPAT, SEKARANG

SALAM SUKSES!

Selasa, 04 Januari 2011

2011 is coming

Tidak terasa sudah memasuki hari ke empat di tahun 2011.. Belum usai menikmati 2010 dengan nikmat susah senang sediih... campur2 deh pokok'e
Tanpa terasa waktu semakin bergulir, banyak perubahan di sana-sini. Teman2 yang mulai menapak satu demi satu, berjuang di ranah lain.
Terngiang sebuah sms dari seorang sahabat nun di seberang pulau sana, akhir tahun 2010 tgl 31,
" Apa rencana Anda di Tahun 2011 nanti? Tentang keimanan Anda? Tentang keluarga Anda? Tentang pekerjaan/ karir Anda? dst..."
Pertanyaan yang memerlukan jawaban, tidak untuk orang lain tapi untuk diri sendiri
PLANNING, TARGET, AKSI, EVALUASI,... wah semua ya ternyata.. kepake juga ilmu manajemen kuliahan...

Malam penghujung tahun, sebelum tidur sedikit ku merenungi perjalanan selama satu tahun.
Januari,Februari, Maret, April, Mei, Juni,Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Oktober, Desember...
Sudahkah melakukan hal yang berguna & bermanfaat? Sudahkan menjadi anak yang berbakti & membanggakan orang tua? Capaian karir sudahkah sesuai dg jalan career planning?
Wuah pertanyaannya banyak banget yak...
Eniwei, apapun yang terjadi semua sudah berlalu dengan INDAHNYA...
ALHAMDULILLAH...
satu masa telah terlewati.. Selamat menyambut datangnya masa yang baru dengan karya yang indah, tidak perlu monumental tapi memberi manfaat.
GO GO GO!

SEE YOU AT THE TOP!

Warm Regards,
Mury